Pernah gak sih, kalian ditanya. Kenapa kamu ingin menjadi petani? Petani kan kotor, miskin, dan lain sebagainya. Pertanyaan yang menusuk tapi menjadi semangat terus berkarya. Oke kali ini aku akan menjawabnya dan akan sedikit mebahasnya.

Jawabannya yaitu karena saya bisa hidup sampai sekarang karena jasa petani. Orang tua saya seorang petani, saya dari kecil makan hasil dari pertanian, dan saya hidup sampai saat ini hasil dari bertani. Bagaimana? Apakah kalian sama? Makan hasil pertanian juga?

Nah, kawan ayolah jangan menyepelekan profesi petani. Petani merupakan pahlawan negara yang jarang kalian sebut selain profesi guru. Petani mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat lokal khsusnya. Bayangkan kalau satu hari saja orang tidak makan, apakah dia akan menggerutu? Tentu, karna kebutuhan utama manusia adalah pangan. Di luaran sana, banyak dari petani yang mampu menyekolahkan anaknya hingga pendidikan tinggi. Petani mampu menciptakan sarjana namun belum tentu sarjana mau jadi petani.

Kalau bukan petani siapa lagi?

Indonesia dapat menciptakan anak-anak bangsa cerdas berkat bimbingan guru. Tapi apakah hanya dengan bimbingan dan pengajaran dapat menciptakan generasi bangsa yang unggul? Oh, tentu tidak. Dalam mencetak generasi yang unggul, perlu adanya asupan nutrisi dan gizi yang cukup untuk mendukung daya kerja otak anak. Tubuh membutuhkan asupan yang bergizi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terutama pada anak-anak yang masih berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan. Sehingga, generasi-generasi muncul dengan segala keunggulannya masing-masing. Oleh karena itu, jangan sepelekan profesi petani yang bekerja memenuhi kebutuhan pangan negara.

 

Terima kasih.