Lahan merupakan komponen sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh
manusia atau makhluk hidup lainnya. Sumber daya alam merupakan sumber
daya yang dapat diperbaharui namun membutuhkan waktu yang lama untuk
pemulihannya. Lahan yang tersedia tidak boleh menggunakannya tidak sesuai
dengan kemmpuan lahan tersebut. Kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan
dapat memicu erosi, rusaknya vegetasi, serta semakin kritis tersedianya lahan
pertanian.
           Lahan dapat difungsikan sebagai pemukiman dan pertanian. Di
Indonesia, lahan terbentang sangat luas dengan produkstivitas tinggi. Seiring
berjalannya waktu dengan tingkat penduduk yang yang semakin bertambah
mengindikasikan bahwa telah terjadi penurunan fungsi tanah. Degradasi lahan
merupakan penurunan kemampuan tanah untuk memproduksi barang atau jasa.
Degradasi lahan disebut juga tidak produktif, lahan kritis atau lahan tidur yang
dibiarkan terlantar ditumbuhi semak belukar.
Pertumbuhan penduduk yang meningkat dengan segala hal yang dapat
mencukupi kebutuhan hidup manusia semakin meningkat, ikut serta dalam
memperparah kerusakan lahan. Berbagai penyebab degradasi tanah dapat
disebabkan oleh tiga aspek yaitu: aspek fisika, aspek kimia dan aspek biologi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi antar lain: bertambahya penduduk, kegiatan
pertanian yang belum benar, kegiatan industri dan pertambangan serta bencana
alam. Kegiatan pertanaian yang menggunakan traktor dapat mengakibatkan
erosi. Dan erosi juga dapat menyebabkan masalah baru untuk kesuburan dan
aliran tanah. Pertambangan yang mengikis dalam lapisan tanah dengan kegitan
industry yang membuang limbah berbahaya ke tanah juga dapat merusak sifat
fisik, kimia serta biologi tanah yang asli. Membutuhkan waktu yang lama untuk
memperbaiki sifat-sifat tanah yang hilang.
          Negara Indonesia sendiri merupakan negara yang kerap kali mendapat
musibah bencana alam. Bencana alam tidak dapat diprediksi dan tidak dapat
diketahui kapan akan datang. Namun kita dapat melakukan pencegahan untuk
meminimalisir kerusakan yang dikaibatkan dari bencana alam. Berbagai
bencana alam seperti banjir, erosi, gempa bumi, tsunami, kekeringan dan
lainnya hanya sebagian kecil akibat kerusakan lahan. Bisa saja bencana alam
datang karena ulah manusia yang menggunakn lahan yang tidak benar. Seperti
pembangunan pemukinan, pembukaan lahan untuk perkebunan dan alih fungsi
lahan pertanian dapat menyebabkan banjir dan jangka panjangnya akan
merusak ekosistem tanah dan keseimbangan alam menurun.

          Upaya penanggulangan dan perbaikan sifat-sifat tanah dengan meningkatkan
ilmu pengetahuan, pengelolaan serta penggunaan lahan yang tepat tanpa melebihlebihkan sifat egoisme diri. Kerusakan alam disebabkan oleh manusia sendiri dan
sebagian kecil disebabkan oleh aktivitas alam. Perilaku manusia dalam
memanfaatkan sumber daya alam yang cukup dan diatur dengan peraturan yang
dikenakan sanksi kepada siapa saja yang membahayakan ekosistem perlu
ditegaskan. Pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan tanpa berpikir
Panjang, hanya menciptakan kepuasan sementara. Apa yang diperbuat dengan apa
yang diakibatkan, manusia akan lebih condong kea rah apa yang iperbuat tanpa
memikirkan apa akibatnya. Maka dari itu, solusi dari mengurangi keusakan lahan
harus dari sumber daya manusianya terlebih dahulu.
          Pemikiran manusia yang peduli dengan kelestarian alam tidak akan
mengeruk secara berlebihan kekayaan alam ini. Berbagai upaya seperti kegiatan
pertanian yang tidak berlebihan dalam penggunaan bahan kimia, tidak mengalih
fungsikan hutan untuk pemukiman, pengelolaan lahan pertanian yang sesuai dan
hal lainnya hanya menjadi sebagian kecik saja dari pencegahan. Pemahaman akan
pentingnya menjaga alam menjadi hal utama di balik kegiatan diatas.