Tanaman kencur (Kaemferia galanga L.) merupakan salah satu jenis tanman obat-obatan

yang sangat penting. Rimpang kencur dipercaya memberikan manfaat bagi Kesehatan
manusia. Banyaknya permintaan pasar menyebabkan petani berusaha memenuhi
kebutuhan tersebut. Cara budidaya kencur sangat menentukan hasil panen nantinya.
Walaupun benih yang digunakan varietas unggul yang dapat menghasilkan rimpang yang
tinggi, apabila tidak didukung dengan teknik budidaya yang tepat maka tidak akan didapat
hasil yang maksimal.
          Membudidayakan kencur terbilang cukup mudah karena tidak membutuhkan perlakuan
khusus agar tanaman tumbuh optimal. Kencur tumbuh subur di tanah hitam dan berpasir
dengan menanam potongan rimpang yang di timbun dengan tanah. Hingga saat ini, belum
adanya penyakit yang dapat menyebabkan kegagalan yang besar. Kencur memiliki daya
tahan yang kuat terhadap iklim. Serangan hama dan penyakit kencur perlu diwaspadai
meski serangan tersebut tidak terlalu berbahaya namun lama-kelamaan akan menurunkan
hasil panen. Perlu adanya cara pengatasan yang tepat dan penanggulangan yang baik
sebelum masa tanam hingga waktu yang tepat untuk bercocok tanam tanaman kencur agar
hasil yang diperoleh maksimal.

          Dalam budidaya tanaman sudah tidak asing lagi dengan keberadaan gangguan
organisme (OPT), dimana para petani lebih memilih cara yang praktis, mudah dan cepat
yaitu dengan pestisida kimia yang dapat memberukan dampak negatif pada kesehatan
manusia dan lingkungan sekitar. Tanaman yang menggunakan pestisida kimia tentu akan
meninggalkan residu yang tinggi yang membahayakan Kesehatan terutama tanaman obatobatan. Ada banyak cara dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman yang dapat
diterapkan untuk tanman obat-obatan agar tidak berbahaya bila dikonsumsi.
Tanaman kencur adalah tanaman rimpang-rimpangan yang dengan mudah di
budidaya. Namun terdapat kendala-kendala yang dihadapi bila menanam kencur. Hama
dan penyakit kencur menjadi penyebab hasil panen berkurang dan hampir gagal. Hingga
saat ini belum banyak daftar penyakit tanman kencur, namun perlu diwaspadai agar hama
dan penyakit tidak menyerang rimpang. Meskipun serangan yang ditimbulkan tidak begitu
berbahaya namun tetap saja dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman
budidaya.
          Untuk penyakit kencur yang diketahui saat ini baru busuk rimpang dan bercak daun.
Penyakit busuk rimpang biasanya disebabkan oleh bakteri layu yang sering menyerang
tanaman jahe-jahean. Tanaman yang terinfeksi akan menunjukkan gejala daun layu,
berubah warna kekuningan dan menggulung. Serangan yang dibiarkan begitu saja akan
menjalar ke bagian pangkal batang. Hama akan berkembang biak mengahsilkan telur dan
larva serangga di dalam rimpang yang sudah membusuk. Lalat rimpang (Mimegralla
coeruleifrons) dan belatung (Eumerus figurans) akan memakan daging rimpang bagian
dalam.
          Tanaman yang terinfeksi penyakit dapat dilakukan tindakan langsung dicabut dan
dibuang agar penyakit tidak menular ke tanaman yang sehat. Jika serangan terbilang
ringan, maka bisa memberikan bakterisida setiap 2 minggu sekali hingga gejala berkurang.
Menggunkan varietas yang unggul tahan hama dan penyakit menjadi langkah awal dalam
penanaman kencur. Memanfaatkan musuh alami dari OPT seperti bakteri antagonis
(Pseudomonas fluorescens, P. cepacian, Bacillus sp.) dengan OPT sasaran bakteri layu
(Pseudomonas solanacearum). Menggunakan pestisida alami dengan kandungan aktif
eugenol dari cengkeh, azadirachtin dari mimba, sitronela dari serai wangi, nikotin dari
tembakau, rotenon dari akar tuba, metil eugenol dari selasih dan piretrin dari piretrum.
Perlakuan air hangat dapat menekan serangan nematoda dengan suhu 50℃ selama 10
menit sebelum rimpang ditanam untuk mengurangi jumlah puru per rimpang. Pengendalian
cara terpadu dapat dilakukan perndaman air hangat 50℃ selama 10 menit dan diikuti
pemberian tepung biji mimba akan memberikan dampak baik dalam menekan gejala puru.
Pengolahan lahan yang benar dan perbaikan sanitasi yang ketat, bila rimpang sudah
terserang makan bis dicabut dan dibuang atau dimusnahkan selanjutnya lubang bekas
tanaman yang sakit disiram dengan antibiotik atau ditaburi dengan kapur.

          Dalam setiap budidaya tanaman pasti ada organisme pengganggu tanaman yang tidak
diharapkan. Namun hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa bagi petani dan terdapat berbagai
cara yang digunakan sebagai teknik pengendaliannya yaitu secara fisik, mekanik, biologi,
kimia, varitas unggul dan secara terpadu. Sebelum menanam kencur hendaknya rimpang dan lahan disiap secara teliti agar tanaman kencur nantinya dapat tumbuh dengan baik dan dnegan hasil yang optimal. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui penyakit tanaman dan cara pengendaliannya supaya tidak menimbulkan kegagalan.