Dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dibudidayakan tentu akan membutuhkan yang namanya pupuk. Petani jaman sekarang sangat menggantungkan tanamannya pada pupuk kimia. Namun, ditengah meningkatnya kebutuhan pupuk kimia bagi petani, ketersediaan pupuk kimia kurang memenuhi petani. Sulitnya mencari toko yang menyetok pupuk kimia membuat kesenjangan antar petani. Pasalnya, petani yang memiliki kartu tani akan lebih mudah mendapatkan pupuk kimia ketimbang petani yang tidak punya kartu tani. Petani yang tak punya kartu tani akan kebingungan ketika menjelang waktunya pemupukan. Selain sulit mendapatkannya ternyata petani harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk membeli pupuk kimia.
Harga pupuk kimia yang mahal membuat
petani ketar-ketir dalam memperhitungkan modal yang nantinya akan
berdampak pada hasil atau keuntungan.
Bila dirinci lebih jelas, melambungnya harga pupuk kimia berakibat pada kesejahteraan
petani tersebut. Modal awal pertanian dikurangi biaya pengadaan tidak akan
membuahkan hasil keuntungan. Paling petani hanya menerima modal awal sama
dengan omset. Jadi, pada dasarnya petani itu hanya menjalankan aktivitas
menanam padi tanpa memperhatikan catatan pembukuan.
Terdapat solusi dibalik mahalnya pupuk
kimia, diantaranya yaitu menggunakan pupuk cair organik (POC). Menurut
praktikum salah satu petani, menggunkan pupuk organik cair lebih mudah, murah,
dan menuntungkan daripada terus bergantung menggunakan pupuk kimia. Menggunkan
pupuk organik cair dapat menjaga kestabilan ekosistem seperti meningkatnya
mikroorganisme tanah, serangga pemakan telur hama meningkat populasinya,
serangan hama dapat diminimalisir, meningkatkan kandungan unsur hara bagi
tanaman, dan berdampak pada hasil pertanian yang naik. Sayangnya, eduksi
tentang perpindahan atau peralihan petani dari kimia ke organik membutuhkan
waktu yang lama. Keterbatasan edukasi atau penyuluhan ilmu pertanian menjadi
sebab dasar sulitnya petani berpindah ke organik. Pasalnya, tanah yang sudah
terlalu banyak berunsur pupuk kimia akan membutuhkan waktu untuk berdaptasi ke
organik. Ketakutan petani akan hasil menurun terhadap perlakuan organik menjadi
isu-isu yang sangat tidak berfaedah. Keterbatasan pengetahuan ilmu bertani
didukung isu buruk turun temurun dari petani satu bercerita ke petani lain
memperparah pertanian tersebut. Petani harus tetap update dengan pertumbuhan
ilmu penelitian yang terus berkembang supaya mampu dipelajari dan dipraktikkan
di lahan masing-masing. Indonesia akan maju dengan terjaganya Sumber Daya
Manusia dari segi PETANI.

0 Komentar