Sumber tiktok: DuhBoloo

          Dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dibudidayakan tentu akan membutuhkan yang namanya pupuk. Petani jaman sekarang sangat menggantungkan tanamannya pada pupuk kimia. Namun, ditengah meningkatnya kebutuhan pupuk kimia bagi petani, ketersediaan pupuk kimia kurang memenuhi petani. Sulitnya mencari toko yang menyetok pupuk kimia membuat kesenjangan antar petani. Pasalnya, petani yang memiliki kartu tani akan lebih mudah mendapatkan pupuk kimia ketimbang petani yang tidak punya kartu tani. Petani yang tak punya kartu tani akan kebingungan ketika menjelang waktunya pemupukan. Selain sulit mendapatkannya ternyata petani harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk membeli pupuk kimia.

          Harga pupuk kimia yang mahal membuat petani ketar-ketir dalam memperhitungkan modal yang nantinya akan berdampak  pada hasil atau keuntungan. Bila dirinci lebih jelas, melambungnya harga pupuk kimia berakibat pada kesejahteraan petani tersebut. Modal awal pertanian dikurangi biaya pengadaan tidak akan membuahkan hasil keuntungan. Paling petani hanya menerima modal awal sama dengan omset. Jadi, pada dasarnya petani itu hanya menjalankan aktivitas menanam padi tanpa memperhatikan catatan pembukuan.

          Terdapat solusi dibalik mahalnya pupuk kimia, diantaranya yaitu menggunakan pupuk cair organik (POC). Menurut praktikum salah satu petani, menggunkan pupuk organik cair lebih mudah, murah, dan menuntungkan daripada terus bergantung menggunakan pupuk kimia. Menggunkan pupuk organik cair dapat menjaga kestabilan ekosistem seperti meningkatnya mikroorganisme tanah, serangga pemakan telur hama meningkat populasinya, serangan hama dapat diminimalisir, meningkatkan kandungan unsur hara bagi tanaman, dan berdampak pada hasil pertanian yang naik. Sayangnya, eduksi tentang perpindahan atau peralihan petani dari kimia ke organik membutuhkan waktu yang lama. Keterbatasan edukasi atau penyuluhan ilmu pertanian menjadi sebab dasar sulitnya petani berpindah ke organik. Pasalnya, tanah yang sudah terlalu banyak berunsur pupuk kimia akan membutuhkan waktu untuk berdaptasi ke organik. Ketakutan petani akan hasil menurun terhadap perlakuan organik menjadi isu-isu yang sangat tidak berfaedah. Keterbatasan pengetahuan ilmu bertani didukung isu buruk turun temurun dari petani satu bercerita ke petani lain memperparah pertanian tersebut. Petani harus tetap update dengan pertumbuhan ilmu penelitian yang terus berkembang supaya mampu dipelajari dan dipraktikkan di lahan masing-masing. Indonesia akan maju dengan terjaganya Sumber Daya Manusia dari segi PETANI.