PANEN
PADI MUSIM PERTAMA DI DUKUH TANJUNG DESA GULI
Panen
merupakan hal yang paling dinanti-nanti memetik hasil tanaman yang
dibudidayakan. Contohnya saja petani padi di Dukuh Tanjung Desa Guli
berlomba-lomba memanen tanaman yang ada pada lahannya. Tanaman semusim ini atau
padi di daerah tersebut cukup beragam varietasnya dengan penanganan pasca panen
yang berbeda-beda. Yang menjadi sorotan adalah penanganan pasca panen, bila
hasil tanman semusim melimpah tapi kalau penanganan pasca panen salah maka akan
berakibat pada hilangnya atau berkurangnya hasil panen. Ada banyak cara yang
digunakan oleh petani di Dukuh Tanjung untuk memanen padinya. Salah satu cara
yang paling eksis dan masih berjalan sampai saat ini adalah memanen dengan alat
arit dan di giling menggunakan alat sederhana dengan bantuan diesel, seperti
pada video berikut ini: Youtube
Sebenarnya ada banyak cara dalam memanen hasil sawah seperti manual dengan tenaga manusia, dengan mesin diesel, atau combain. Kebanyakan petani memilih di panen sendiri dan dengan tenaganya sendiri. Mereka belum berani memanen dengan alat bantu yang lebih canggih. Ketakutannya apa sih ? Mereka takut kalau lahannya rusak, takut menegeluarkan biaya operasional dan ketakutan lainnya. Petani tersebut belum tau didalam proses panen yang modern dapat menghemat biaya, menghemat waktu, dan menghemat tenaga manusia.
Kecanggungan
petani untuk beralih ke sistem pertanian modern menjadi halangan petani
Indonesia maju. Kecanggungan seperti apa sih ? Kurangnya informasi dan
penyuluhan terhadap petani berpengaruh pada pola pikir petani yang hanya
mengenal sistem pertanian konvensional saja. Sesuai dengan budayanya,
masyarakat berubah hanya karena ikut-ikutan saja tanpa menggali informasi lebih
dalam. Seharusnya, petani harus berani berubah mengganti mindset lama ke yang
baru supaya produktivitas petani dalam menciptakan swasembada pangan melimpah.
Kemakmuran petani terjamin, rakyat bahagia, negara maju !!!
Terima
kasih.
0 Komentar